SENTILAN RINGAN SARAT INSPIRASI

Rabu, 23 Desember 2015

Mirsani Niki Ta, Pak ?

Hampir dua minggu belakangan, tayangan televisi didominasi oleh berita gonjang-ganjing dari gedung rakyat (baca: DPR) Senayan. Dari awal, saya memang kurang interest dengan hal semacam ini, apalagi kasus ‘Papa Minta Saham’ yang melibatkan Pak Setnov – aslinya sih Setya Novanto – sebagai Ketua DPR, sampai disidangkan di Majelis Kehormatan Dewan segala. Lebih lagi, sidang yang disebut-sebut ‘lebih lucu’ dari tayangan komedi di layar kaca, koq ya ditayangkan secara live di televisi dengan durasi yang berjam-jam.

Saya memang nggak ngerti politik. Tapi, dari kasus ini, saya jadi antusias mengamati media masa – cetak dan elektronik – yang seakan mendapat santapan lezat dari mencuatnya kasus ‘terbesar’ akhir 2015 ini. Lihat saja, ratusan judul berita, puluhan artikel, dan jutaan rekaman percakapan di televisi maupun media sosial, menjadi viral atau trending topic. Bisa jadi karena kasus ini melibatkan elemen masyarakat penting lain, seperti pengusaha, civil society ataupun para demonstran di jalanan.

Mungkin, satu segi positif yang bisa didapat, dari kasus yang melibatkan pimpinan tertinggi legislatif, adalah ending dengan mundurnya seorang ketua DPR yang tak pernah terjadi sepanjang sejarah politik Indonesia. Ini membuka tradisi yang baik untuk penguatan demokrasi di Indonesia. Setidaknya, Pak Setnov sudah ikut menumbuhkan tradisi mundurnya pejabat publik, setelah terindikasi melakukan pelanggaran etika jabatan, apalagi melanggar kewenangan jabatan.

Waduh.., koq jadi serius gini ya? Beginilah kalau topik yang kurang ‘sreg’ dibahas di ‘Secangkir Teh’ bawaannya jadi tegang dan serius. Tapi ya ndak apa-apa, sesekali kita memang harus peduli dengan kepentingan bangsa dan negara, untuk hal yang lebih baik. Perkara kepedulian kita ini dianggap atau tidak, ya – lagi-lagi – kembali ke nurani para pemegang dan pembuat (aturan) kekuasaan negeri ini.

By the way, sebenarnya ada hal yang lebih menarik, yang mencuat di tengah gencarnya pemberitaannya ‘Papa Minta Saham’ tadi. Yaitu, kasus terbongkarnya prostitusi online yang melibatkan artis, dengan ‘korban’ tangkap tangan adalah artis seksi Nikita Mirzani dan Puty Revita yang mantan finalis Miss Indonesia. Begitu Bareskrim Mabes Polri mengekspose kasus ini ke publik, dunia infotainment seperti mendapat durian runtuh, sebuah berita dengan status ‘very important’ dan wajib tayang.

Entahlah, apa menariknya dari kasus ‘prostitusi online’ ini. Toh beberapa bulan sebelumnya juga sudah (pernah) diungkap kasus serupa, yang melibatkan korban dari kalangan artis juga, yaitu Amel Alvi, Tyas Mirasih, dan Sinta Bachir, dengan terdakwa sebagai mucikari adalah Robby Abbas. Sepertinya,  dunia infotainment lebih getol mengorek berita ‘negatif’ selebriti, dibanding memberitakan hal positif seperti halnya keberhasilan studi atau prestasi seorang artis yang mendapat penghargaan, misalnya.

Yang pasti, pemberitaan yang sudah ‘out of frame’ dari media -- eletronik, cetak dan online – terhadap kasus negatif selebritis, justeru dimanfaatkan si artis untuk ‘membela diri’. Yang menggelikan, ketika diwawancarai wartawan atas kasus yang menjeratnya, Nikita Mirzani dengan percaya diri mengatakan bahwa  kasusnya sengaja di blow up besar-besaran hanya untuk ‘pengalihan issue’ kasus yang menimpa politikus Pak Setnov. Lho, ini jawaban cerdas atau konyol sih? Emang dia siapa?


Ya sudahlah, kekonyolan dari berita politik dan selebritis Indonesia ini makin menguatkan ke-tidaksimpatik-an saya pada tayangan televisi yang sudah over dalam mengabarkan kejadian yang ada. Bahkan, Mas Rico yang tahu ‘kebencian’ saya pada tayangan infotainment di televisi – justeru memergoki saya nonton kasus Nikita Mirzani di saat makan siang – sempat menyindir, “Mirsani niki ta, Pak?” (bahasa Jawa = Melihat ini ya, Pak?). Saya hanya tersenyum hambar. Kena deh !
Share:

0 komentar:

Page View

Translate

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com