SENTILAN RINGAN SARAT INSPIRASI

Kamis, 24 Desember 2015

Kesalahan itu Manusiawi, Tapi….

Bulan Desember nampaknya bulan penuh ‘salah’ bagi dunia politik dan jagad hiburan, baik yang sifatnya  lokal tanah air (baca: Indonesia) maupun internasional. Seperti yang saya tulis di “Secangkir Teh’ edisi sebelumnya, sebuah kesalahan yang dilakukan Pak Setya Novanto yang Ketua DPR-RI harus dibayar dengan pengunduran diri beliau dari posisi pimpinan legislatif. Pun ‘kesalahan’ Pak Sigit Priadi Pramudito, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang merasa tak sanggup penuhi pencapaian pajak, akhirnya juga resmi mengundurkan diri sebagai Dirjen Pajak.

Masih dari dunia politik dan pemerintahan, Menteri Perhubungan, Pak Ignatius Jonan – yang selama ini dianggap sukses dengan pembenahan di bidang perhubungan – harus rela mencabut surat keputusan tentang penghentikan alat transportasi roda dua berbasis aplikasi. Kebijakan Pak menteri sudah benar, karena menjadikan kendaraan roda dua sebagai alat transportasi umum adalah melanggar aturan yang ada. Tapi ada daya, intervensi dari Presiden Jokowi yang meminta SK itu dicabut, mau tak mau membuat Pak Jonan (seolah) membuat ‘kesalahan’ yang sebenarnya tidak ada.

Yang terbaru, adalah Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pak Djoko Sasono, yang mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa gagal mengatasi kemacetan parah yang terjadi selama libur Natal dan menjelang Tahun Baru belakangan ini. Pak Joko mengakui ini sebagai ‘kesalahannya’ dan bentuk tanggung jawab atas tidak tertanganinya masalah kemacetan yang terjadi di akhir tahun 2015 ini.

Ya, contoh diatas adalah ‘sebagian’ kesalahan-kesalahan yang terjadi di lingkungan pemerintahan, yang menjadi contoh baik bagaimana seorang pimpinan berlaku. Kalau tidak mampu menjalankan amanat, lebih baik mundur dan memberi kesempatan yang lain. Terlepas kesalahan itu murni karena personal error, ataupun adanya intervensi dari pihak yang lebih kuat.

Lantas, apa contoh kesalahan dari dunia hiburan mancanegara? Ya benar, apalagi kalau bukan pengumuman pemenang Miss Universe yang dramatis itu. Minggu malam kemarin, Miss Colombia Ariadna Gutierrez dinobatkan sebagai Miss Universe 2015, mahkota pun telah disematkan dan selendang gelar diselempangkan kepada wanita 21 tahun itu. Tak disangka, ternyata bukan Miss Colombia yang seharusnya meraih gelar tersebut. Melainkan Miss Philippines Pia Alonzo Wurtzbach.

Ternyata, kesalahan terjadi pada host Steve Harvey, yang keliru menyebutkan peraih gelar Miss Universe 2015. Kejadian langka dan fatal, yang tidak pernah terjadi di ajang-ajang sebelumnya. Meski, saat itu juga Steve Harvey langsung meminta maaf dan mengakui kesalahannya, di depan ratusan wartawan dan disiarkan secara langsung di televisi internasional.

Begitulah, berbuat kesalahan itu bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Yang membedakan, tentu penyebab dan reaksi (yang muncul berikutnya) dari kesalahan tersebut.

Menarik untuk mengutip kata-kata Pak Mario “GoldenWays” Teguh, yang mengatakan: sesungguhnya bukan kesalahan yang membuat kita kesal kepada diri sendiri, tapi kecenderungan untuk membuat kesalahan yang sama. Karena memang, membuat kesalahan adalah manusiawi, tapi belajar dari sebuah kesalahan untuk tidak mengulanginya, adalah kualitas manusia yang bukan rata-rata. Membuat kesalahan yang sama adalah tanda lambannya pendewasaan diri, cara memperpanjang kesulitan dan menunda keberhasilan.


Rasanya benar adanya, kesalahan adalah hal yang manusiawi, bisa datang kapanpun dan oleh siapapun, no body’s perfect. Tetapi akan lebih baik lagi, kalau kita belajar dari kesalahan tersebut untuk ‘berbuat’ lebih baik lagi. Dan terpenting lagi, harus ada pertanggungjawaban dari kesalahan yang diperbuat sebelumnya. Hikmahnya, mumpung sebentar lagi memasuki tahun baru 2016, tak ada salahnya kita introspeksi diri, siapa tahu selama 2015 ini banyak berbuat ‘kesalahan’, yang bisa diperbaiki di 2016. Begitu kan?
Share:

0 komentar:

Page View

Translate

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com