SENTILAN RINGAN SARAT INSPIRASI

Kamis, 29 Oktober 2015

Pembekuan MEDIA: Robohnya 'Rumah' Kami

Entah sudah berapa kali, hari ini saya bertubi-tubi mendapat berita -- melalui inbox, whatsapp, twitter, juga facebook -- yang intinya Koran Kampus Mahasiswa (KKM) MEDIA Universitas Mataram 'dibekukan' oleh Rektor. Pertama, saya berterima kasih pada teman-teman yang masih menganggap saya sebagai bagian dari Unit Kegiatan Pers Kampus Mahasiswa (UKPKM), dengan mengirim pemberitahuan itu. Kedua, jelas saya kaget dan prihatin, karena KKM MEDIA adalah 'kawah candradimuka' yang menggembleng saya, menjadi penulis yang punya prinsip dan berkarakter.

Saya memang membaca alasan pembekuan koran kampus, yang sudah banyak melahirkan jurnalis handal ini. Meski, hanya dari satu pihak saja. Sehingga, saya tidak dalam posisi mendukung siapa, atau 'menilai' siapa yang benar siapa salah. Apalagi, lebih 24 tahun saya tidak update perkembangannya, sehingga berita (yang tiba-tiba ini) hanya bisa membuat saya prihatin, dan membuka kembali memori lama, bagaimana saya ikut 'jatuh bangun' mengelola KKM MEDIA.

Ya, kaget dan prihatin. Bagaimana mungkin di era keterbukaan ini, sebuah koran kampus -- yang notabene adalah produk dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berusia 28 tahun -- bisa dibekukan oleh pihak rektorat? Pasti ada something wrong, ada yang tidak benar. Dan saya, lagi-lagi, tidak dalam kapasitas mencari dimana salahnya. Saya hanya merasa aneh, koran ini lahir tahun 1987 di era orde baru, yang sangat represif dan 'ganas' pada pers umum dan kampus yang (dianggap) vokal. Tapi, nyatanya aman-aman saja, meski menyajikan berita yang tak hanya membuat merah telinga pihak kampus (baca: rektorat), tetapi juga pemerintah daerah setempat.

Masih segar dalam ingatan saya -- diawal saya bergabung tahun 1988, angkatan ke-2 -- bagaimana KKM MEDIA menyajikan 'panasnya' pemilihan gubernur NTB, atau juga permainan Hak Pengelolaan Hutan (HPH) yang berakibat 'gundulnya' hutan di Lombok. Memang ada warning dari pihak rektorat, tapi tidak sampai dibekukan. Bahkan, saya sebagai Pemimpin Redaksi, pernah memimpin tim MEDIA melakukan liputan 2 minggu penuh, dalam demo dan kemah keprihatinan mahasiwa, di depan rektorat -- menuntut rektor untuk mundur -- yang dimuat dalam 4 halaman penuh KKM MEDIA. Tidak ada masalah, meski tim MEDIA sempat dipanggil ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim).

Mungkin, pembaca 'Secangkir Teh' bertanya-tanya, kenapa pagi ini (tulisan) saya nampak begitu emosional. Ya, apa boleh buat, perasaan saya lagi sedih dan kecewa, mendengar berita dari almamater saya ini, utamanya UKM pertama yang saya ikuti di kampus. Sebab, untuk mengasah kemampuan di bidang kepenulisan dan jurnalistik, saya harus meniti dari bawah di KKM MEDIA. Mulai dari reporter, staf redaksi, redaktur pelaksana, pemimpin redaksi, sampai (jabatan tertinggi) pemimpin umum. Lewat KKM MEDIA pula saya -- mendapat kesempatan -- menyelesaikan pendidikan jurnalistik tingkat dasar, tingkat lanjut, dan tingkat pembina.

Bahkan, untuk menduduki posisi Pemimpin Redaksi, saya sempat dihadapkan pada posisi dilematis. Karena, pada saat bersamaan, saya diminta oleh Mas Eddy Margono -- Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi, saat itu -- agar bersedia dipilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa FE, periode berikutnya. Pemimpin Redaksi MEDIA dan Ketua Senat Mahasiswa FE, sama pentingnya. Tapi, akhirnya saya memutuskan, jurnalistik adalah 'dunia' saya.

Saya bercerita pada pembaca 'Secangkir Teh' -- dan mungkin pengurus & alumni KKM MEDIA yang juga baca tulisan ini -- tak ada maksud lain, kecuali sekedar mengingatkan, bahwa saya juga pernah 'berdarah-darah' dengan UKM ini. Sehingga, bagi saya, pembekuan KKM MEDIA, adalah sebuah pukulan yang tak terkira 'sakitnya', meski saya (lagi-lagi) hanya bisa prihatin.

Seperti yang saya tulis di twitter pagi ini, semoga ada solusi yang terbaik. Setidaknya, jangan sampai roboh dan tak berbekas, 'rumah' yang -- fondasinya -- dulu dibangun dengan susah payah. Sekecil apapun kontribusinya, saya tetap (merasa) menjadi bagian keluarga besar, yang mendiami 'rumah' itu.


Save KKM MEDIA UNRAM !
Share:

0 komentar:

Page View

Translate

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com