SENTILAN RINGAN SARAT INSPIRASI

Rabu, 28 Oktober 2015

Pak Menteri, 'Bonus Demografi' Itu Apa?

Sebenarnya sudah berulang kali -- melalui beberapa tulisan di 'Secangkir Teh' -- saya memaklumkan, kalau agak enggan untuk membahas hal yang berhubungan dengan pemerintahan. Bukannya alergi, tetapi saya memang kurang paham dengan kebijakan, dan juga politik dalam negeri kita. Lagipula, saya ingin menjauhkan 'Secangkir Teh' dari tema sensitif, agar pembaca juga tidak terlalu berat mencerna setiap tulisan yang disajikan.

Tapi, hari ini, bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda ke 87, saya tergelitik juga untuk 'melawan' keengganan tersebut. Pemicunya, isi pidato sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Bapak Imam Nahrawi -- dibacakan dalam upacara tadi pagi, di semua instansi dan institusi yang menyelenggarakan upacara -- yang kebetulan saya simak dengan seksama, dalam upacara bendera yang saya ikuti di salah satu instansi pemerintah.

Dari rangkaian kata sambutan Menpora, yang (terkesan) penuh semangat dan optimis tersebut, saya menggaris bawahi ada dua hal menarik, yang menurut pemahaman saya agak 'janggal' dan perlu penjelasan lebih lanjut. Pertama, ajakan dan himbauan Menpora, yang menggugah semangat kepeloporan pemuda untuk ambil bagian dalam penanggulangan musibah kabut asap. Dalam hal ini, Menpora mengapresiasi dan -- mengajak para pemuda -- meneladani langkah konkrit Presiden Joko Widodo, yang memimpin langsung turun lapangan sampai ke lokasi titik api.

Menurut saya, jangan hanya 'menghimbau' semata -- apalagi memberi contoh Pak Jokowi, sebagai teladan -- tetapi Menpora juga harus memberikan teladan dengan (ikut) turun langsung ke medan bencana. Ajaklah para atlet dan artis (penyanyi/sinetron/film/model) yang kesohor itu, yang selama ini menjadi idola kaum muda. Para atlet jangan 'dimanja' dengan bonus saja. Demikian juga dengan para artis, jangan hanya bisa membuai generasi muda dengan 'mimpi' yang sering ditampilkan di layar kaca.

Menpora perlu mengajak mereka -- para atlet dan artis -- untuk menunjukkan empati pada korban bencana asap, dengan turun langsung ke lokasi bencana. Tidak sulit, karena ini memang domain Menpora. Kalau presiden saja mau turun langsung, kenapa menteri masih dalam tahap ‘menghimbau’ dari Jakarta? Kalau Menpora bisa memberi contoh, apalagi diikuti para selebritis dan olahragawan tenar, pasti para pemuda di negeri ini dengan sukarela akan menyingsingkan lengan, bahu membahu membantu sesama yang terkena musibah dan bencana.

Nah, yang kedua, saya menyoal ucapan Menpora bahwa negara kita sedang mendapatkan bonus, yang tidak semua negara dapatkan. Yaitu 'bonus demografi', dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Menurut Menpora, ini akan memberikan keuntungan, terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Peluang besar menguasai pasar ASEAN, karena usia produktif atau angkatan kerja kita -- berdasar catatan BPS tahun 2013 -- mencapai 118,19 juta orang.

Lagi-lagi, pengetahuan saya yang tidak seberapa ini, ingin meminta penjelasan lanjutan pada Pak Menteri, apakah besarnya usia produktif -- yang disebut angkatan kerja tersebut -- sudah berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang mencukupi? Apakah angkatan kerja yang fantastis itu sudah dibekali (dan punya) kemampuan yang cukup, untuk bersaing dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN? Jangan-jangan malah 'tergilas' oleh tenaga kerja negeri jiran (baca: negara tetangga, sesama Asean) yang punya skill lebih baik dari kita.

Saya justeru melihat, 'bonus demografi' tak ubahnya sebuah bom waktu -- yang setiap saat bisa meledak -- dengan dampak terburuk adalah meningkatnya secara siknifikan angka pengangguran, jika pemerintah tidak jeli menangani masalah ini. Dan bonus demografi, menurut saya juga bukan sebuah 'berkah', tetapi musibah dari kebijakan sebuah pemerintahan. Karena, 'bonus demografi' ini bisa jadi (dampak) dari ketidakmampuan pemerintah untuk menekan laju pertambahan penduduk, melalui program-programnya dalam dua dasawarsa terakhir.
Share:

0 komentar:

Page View

Translate

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com