SENTILAN RINGAN SARAT INSPIRASI

Jumat, 23 Oktober 2015

Mencicip Belimbing, Primadona Agrowisata Ringinrejo

Gara-gara 'Secangkir Teh' menyajikan tulisan wisata petik jeruk di Desa Selorejo (Kabupaten Malang) -- edisi 18/09/2015, dengan judul: Sensasi Petik (dan Makan) Buah Jeruk Langsung dari Pohon -- sebuah pesan pendek (SMS) dilayangkan Bunda Rhizwan, ke saya. Intinya, di Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) juga ada agrowisata yang lebih unik, khusus petik buah belimbing. Diusulkan, agar saya juga membahasnya di 'Secangkir Teh'. Setidaknya, "Bisa menambah khazanah pembaca tentang obyek wisata agro yang ada di Jawa Timur," begitu tulis Bunda Rhizwan, teman masa SMP dulu.

Menarik juga, karena makin banyak obyek wisata yang (bisa) diekspos di media -- cetak, elektronik, online, maupun sosial -- makin berkembang pula potensi wisata, yang ada di negeri ini. Lagipula, informasi yang disampaikan Bunda Rhizwan, menunjukkan -- sekaligus 'mematahkan' persepsi sebagian pembaca -- bahwa saya sebenarnya tidaklah tahu segalanya. Pengetahuan saya terbatas. Kalau toh di setiap tulisan saya (seolah-olah) mengetahui dan menguasai banyak hal, itu karena saya masih terus belajar, saya tetap mencari referensi, untuk memperkuat data tulisan saya.

Termasuk Desa Agrowisata Belimbing, yang setelah membuka beberapa situs pariwisata di internet, ternyata benar lokasinya berada di Jawa Timur. Tepatnya di Desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Terus terang, saya belum pernah berkunjung ke tempat ini. Karena kalau mudik ke Malang pun -- menggunakan jalan darat, via jalur pantai utara -- tetap tidak melewati Bojonegoro, tetapi lewat Tuban dan Lamongan. Sehingga, agrowisata yang berjarak 12 kilometer dari kota Bojonegoro ini, lepas dari pantauan sebagai obyek wisata layak kunjung.

Namun demikian, dari informasi yang saya dapat, Desa Agrowisata Belimbing Ringinrejo, seperti layaknya obyek wisata agro pada umumnya, mempunyai lahan kebun buah belimbing yang cukup luas. Area lahan yang ditanami pohon belimbing seluas 20,4 hektar, dengan jumlah pohon 9.600 batang. Varietasnya pun beragam, yaitu belimbing varietas bangkok, siwalan, karangsari dan panyuran, yang dalam satu tahun bisa dipanen sampai 5 kali.

Sebagai obyek wisata agro andalan Kabupaten Bojonegoro, penataan Desa Agrowisata Belimbing ini cukup bagus. Karena di suasana sejuk kebun belimbing, pengunjung bisa memilih dan memetik buah belimbing sesukanya, dengan harga Rp 10.000 per kilogram, jika akan dibawa pulang. Keunggulan belimbing Ringinrejo, adalah rasanya yang manis dan segar, ditambah lagi kandungan airnya yang banyak.

Kalau toh malas memetik sendiri -- karena takut salah memilih belimbing, misalnya -- Desa Agrowisata Belimbing telah menyiapkan gerai yang menjual belimbing beragam ukuran dan kualitas, dengan harga Rp 7.000 - Rp 9.000 per kilogram. Tak perlu khawatir, untuk pengunjung yang hanya bermaksud santai dan melepas lelah saja, pengelola juga menyediakan gazebo yang representatif. Atau, untuk menikmati bekal yang dibawa dari rumah bersama keluarga, pengunjung bisa langsung menggelar tikar, lesehan di bawah rindangnya pohon belimbing.

Meski pengunjung hanya dikenakan biaya masuk Rp 1.000 per orang, nyatanya obyek wisata yang terletak di pinggiran sungai Bengawan Solo ini tetap dikelola dengan baik. Akses jalan ke lokasi yang rapi, ditambah fasilitas seperti bumi perkemahan dan paket wisata susur sungai Bengawan Solo dengan perahu, menunjukkan bahwa potensi di agrowisata ini sudah dieksplorasi dengan benar. Tinggal diperlukan kerjasama yang berkesinambungan antar instansi terkait -- dinas pengairan, dinas pekerjaan umum, dinas pariwisata dan budaya -- agar bisa bersaing dengan agrowisata yang sudah dikenal lebih dulu.


Lagi-lagi saya -- tanpa harus diminta -- mengapresiasi obyek agrowisata belimbing ini, yang tentu saja (menurut saya) bisa menjadi sarana edukasi keluarga. Dan harapan saya, mungkin harapan pembaca juga, makin banyak 'bermunculan' obyek wisata agro dengan komoditas yang berbeda. Bisa saja kan? Atau, anda (sudah) punya informasinya?
Share:

0 komentar:

Page View

Translate

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com