SENTILAN RINGAN SARAT INSPIRASI

Minggu, 04 Oktober 2015

Eksotisme Pantai Gatra dan Clungup

"Memangnya di Malang itu ada pantai ya?" Itulah, satu pertanyaan yang sering saya terima -- dari teman, atau mereka yang belum mengenal geografis Malang Raya -- saat saya 'memperkenalkan' wisata pantai, yang ada di Malang. Memang, tidak sepenuhnya salah. Bagi sebagian orang, Malang hanya dikenal daerah berhawa sejuk, yang berada di dataran tinggi, dan terkenal dengan apelnya.

Padahal, geografis Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang & Kota Batu) tidak hanya daerah pegunungan. Tetapi juga hamparan pantai yang ada di sepanjang bagian selatan pulau Jawa. Asal tahu saja, di wilayah Kabupaten Malang -- sebelah selatan berbatasan dengan laut Jawa -- ada beberapa obyek wisata pantai yang cukup dikenal, seperti pantai Ngliyep, Balekambang, atau juga Sendang Biru dan pulau Sempu, dengan ciri khas deburan ombak dan butiran pasir putihnya.

Tapi, tunggu dulu. Selain pantai yang sudah kesohor tersebut, di Malang juga ada pantai yang menawarkan perpaduan eksotisme alam dan petualangan. Letak persisnya di Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang -- sekitar 70 kilometer dari kota Malang -- atau sekitar 500 meter dari tempat pelelangan ikan Sendang Biru. Nama pantai yang terletak di kawasan konservasi mangrove Sendang Biru ini adalah Pantai Gatra dan Clungup.

Memang sengaja, pagi ini 'Secangkir Teh' menyajikan wisata pantai, sebagai pilihan tema. Karena, saya menganggap, Pantai Gatra dan Clungup bukanlah 'pantai biasa'. Alasannya, pertama, sebagai kawasan konservasi mangrove, pantai ini mendapat perlakuan khusus, dengan adanya pembatasan pengunjung. Kedua, untuk mencapai pantai ini, perlu 'perjuangan' jalan kaki sepanjang 1 kilometer. Kendaraan roda empat maupun roda dua tidak bisa mencapai kawasan sepanjang bibir pantai.

Nah, kalau anda penasaran dan siap berpetualang ke Pantai Gatra dan Clungup, arahkan saja kendaraan anda ke obyek wisata pantai Sendang Biru, karena memang sejalur. Nanti, sebelum mencapai pantai Sendang Biru, mengambil arah kanan -- sesuai rambu-rambu yang ada -- menyusuri jalur lintas selatan. Sekitar 2 kilometer menjelang bibir pantai, pengunjung akan diarahkan ambil jalur (belok) kiri.

Namanya juga petualangan, pengunjung bermobil harus memarkir kendaraan sekitar 1 kilometer -- dan harus berjalan kaki -- menuju pos penjagaan, yang berfungsi sebagai pintu masuk. Jangan khawatir, perjalanan menuju pintu masuk relatif menyenangkan, karena melewati hutan mangrove dan perkebunan pisang juga kelapa, layaknya lagi menjelajah kebun. Oh hiya, yang tidak kuat jalan kaki, ada jasa ojek, dengan tarif Rp 5.000 per orang.

Karena termasuk kawasan konservasi, begitu sampai pos penjagaan -- bayar karcis masuk Rp 5.000 per orang -- semua barang bawaan akan diperiksa dan dicatat petugas, untuk mengetahui potensi sampah yang mungkin dibuang pengunjung. Jadi, saat keluar kawasan (baliknya) sampah harus dibawa pulang lagi, kalau tidak mau didenda Rp 100.000 per sampah yang ditinggal.

Setelah urusan registrasi selesai, tidak langsung disuguhi hamparan pantai indah. Tetapi, masih harus melanjutkan jalan kaki lagi, sekitar 1 kilometer, melewati hutan mangrove dan pisang. Disinilah sensasi petualangan dimulai, dengan menapaki kontur kebun yang naik turun. Sungguh mengasyikkan.

Dan, semuanya seolah terbayar tunai, setelah mencapai area pantai Gatra, yang memiliki pasir putih, air jernih berwarna kuning kehijauan, dan pemandangan gunung karangnya. Di pantai Gatra pengunjung diperbolehkan untuk berkemah, dan disediakan fasilitas toilet serta tungku api, untuk memasak. Pantai Clungup sendiri tidak jauh dari pantai Gatra -- hanya dipisahkan selat kecil -- yang bisa diseberangi dengan jalan kaki, jika air sedang surut.


Tidak mungkin 'Secangkir Teh' menyajikan cerita (lebih) detail lagi, dari 2 pantai 'plus' di selatan kota Malang ini. Karena, keindahan -- dan kelebihannya -- tidak cukup diungkap dengan kata-kata, selain anda, para pembaca, membuktikannya sendiri. Kapanpun anda sempat.
Share:

0 komentar:

Page View

Translate

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com