SENTILAN RINGAN SARAT INSPIRASI

Sabtu, 01 Agustus 2015

Statusmu, Harimaumu

Wuiiih.., judulnya keren dan sangar ya? Ya tidak apa-apa, sesekali bikin judul yang bombastis, walau isinya nanti ya tetap saja obrolan ringan di pagi hari, seperti biasa. Dan memang benar, judul diatas adalah plesetan dari peribahasa 'mulutmu harimaumu' yang artinya bisa anda cari sendiri di internet -- atau tanya guru bahasa indonesia untuk anda yang masih sekolah -- karena kalau saya yang mengartikan takut pemahamannya berbeda.

Saya tertarik membahas masalah 'status' ini -- oh hiya, ini yang dibahas khusus status di media sosial, khususnya facebook, bukan status yang lain lho ya -- karena makin banyak muncul kasus-kasus kesalahpahaman dan bahkan sampai kriminal hanya gara-gara menulis status di facebook. Satu hal yang aneh menurut saya, karena (awalnya) facebook yang dibuat untuk jaringan siswa dan alumni sekolah pembuatnya koq jadi salah kaprah begitu dimanfaatkan oleh pengguna di negara kita yang dikenal 'tata tentrem karta raharja' ini ?

Its okay.., tidak usah terlalu jauh dulu pembahasannya, cukup kita batasi (dan renungkan) dulu, kenapa setiap status yang kita tulis -- dengan itikat baik dan bahasa yang menurut kita sudah benar dan mudah dipahami -- selalu saja ada yang mempersepsi berbeda, sehingga menimbulkan komentar bias dan dampak yang kadang diluar nalar kita? Kadang, teman yang sudah sangat kita kenal di dunia nyata (maksudnya: teman sekolah, teman kantor atau teman main) bisa renggang hubungan gara-gara sebuah status?

Menurut analisa saya (bacanya biasa saja ya, gak usah ngikutin intonasi 'Sentilan Sentilun'nya Mas Butet Kertarajasa di MetroTV), kemampuan masyarakat kita -- tanpa memilah strata pendidikan dan sosialitanya -- dalam mempersepsi sebuah kalimat bahasa tulis masih kurang peka. Artinya, ditengah keberagaman strata yang ada (termasuk etnis dan bahasa yang beragam), memahami bahasa tulis menjadi hal subyektif bagi yang membaca. Kedua, ini alasan yang sangat masuk akal, tidak ada standar baku dalam menulis sebuah status, jadi ya suka-suka yang nulis dong, masalah yang baca mau ngerti atau salah paham, ya urusan merekalah.

Lho, pembahasannya koq jadi berat dan rumit gini ya? Ya enggaklah, tetap ringan koq. Begini, saya coba buat contoh sebuah status yang secara bahasa sudah benar, tapi mempunyai pengertian yang bias. Misalnya saya tulis status -- sekali lagi, ini contoh lho ya! -- begini: "Terima kasih Cantik, kamu telah membuat hari-hariku semakin indah". Nah, sudah dapat dipastikan beberapa (bisa puluhan) teman yang selama ini dekat dengan saya (bisa teman curhat, teman kantor, teman sekolah/kuliah, atau teman yang baru kenal), apalagi yang merasa cantik, merasa status saya ini ditujukan padanya. Padahal, saya menulis ini khusus untuk istri yang memang cantik, misalnya.

Kalau diperhatikan, contoh status itu sudah saya tulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, penempatan tanda baca yang tepat, dan kaidah EYD yang baik. Tapi kenapa masih juga bisa bias dan salah dipersepsi oleh orang yang membacanya? Lantas bagaimana dengan status yang ditulis dengan bahasa gaul, bahasa slank, penulisan yang disingkat-singkat, huruf besar kecil tak beraturan, atau menggunakan kata yang dicadel-cadelkan?

Memang saya tidak akan mengambil kesimpulan dalam setiap tulisan di rubrik ini. Tapi ada satu benang merah yang bisa ditarik dari kasus diatas, yaitu ketika kita masuk dalam media sosial seperti facebook ini, sudah harus siap dengan resiko yang ada, karena kita berhadapan dengan teman yang tidak kasat mata (dunia maya). Mungkin kita mengenal secara pribadi beberapa teman, tapi jauh lebih banyak teman yang hanya bisa kita lihat sebatas layar facebook, sehingga kita tidak paham cara mereka dalam bersikap dan berbahasa (tulis), kita tidak tau mereka tulus atau hanya modus.


Intinya, semua berpulang pada kita, mau terjerumus lebih dalam dengan 'permainan' facebook, atau bersikap bijak dalam mempergunakan (salah satu) media sosial ini. Dan, kalau boleh, ada satu pesan saya: hati-hatilah dalam menulis status!
Share:

0 komentar:

Page View

Translate

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com