SENTILAN RINGAN SARAT INSPIRASI

Selasa, 11 Agustus 2015

"Karena Kami Aremania...

Senin sore kemarin, selepas Ashar, sebuah pesan pendek masuk ke blackberry saya. Pengirimnya keponakan yang ada di Tumpang -- ini nama sebuah kota kecamatan yang berhawa sejuk, di timur kota Malang -- yang isi sms-nya begini: 'Age nuliso Arema Om, mumpung mene ulang tahun' (terjemahannya: Segera nulis Arema Om, mumpung besok ulang tahun).

Sebenarnya bukan masalah pesanan (tema tulisan) itu yang membuat saya sedikit bingung. Cuma, saya harus berfikir keras untuk memulai darimana 'bercerita' tentang Arema -- sebuah klub sepakbola asal Malang & terkenal dengan suporter kreatifnya -- yang sepak terjangnya selama 28 tahun terakhir ini banyak mengalami lika-liku 'kisah' menarik. Dan tentu saja (terlalu) banyak pula kalau dibuat sebuah tulisan di rubrik ini.

Tapi begini saja, saya akan memberikan ulasan ringan tentang Arema, versi saya. Dimulai dari saat Arema lahir -- ingat, yang dimaksud Arema disini adalah nama klub sepakbola -- bulan Agustus 1987, bertepatan saya harus meninggalkan Malang untuk melanjutkan pendidikan jenjang perguruan tinggi di Mataram (NTB). Praktis saya hanya dapat mengikuti perkembangan klub milik Pak Acub Zainal ini dari koran Jawa Pos saja. Belum ada televisi swasta, apalagi internet, saat itu.

Kompetisi liga sepakbola utama -- disingkat galatama, diperuntukkan klub profesional -- yang diikuti Arema pun gaungnya masih kalah jauh dengan kompetisi divisi utama perserikatan, sehingga saya saat itu juga 'mencintai' Persebaya, layaknya pecinta bola di Jawa Timur pada umumnya. Jadi, untuk kompetisi galatama, sebagai arek Malang saya pasti dukung Arema, sebaliknya untuk perserikatan ya (mau tak mau) dukung Persebaya yang representasi wakil Jawa Timur di pentas sepakbola nasional. Sampai ketika galatama dan perserikatan dilebur menjadi Liga Indonesia (pertengahan tahun 90-an) saya benar-benar 'satu jiwa' dengan Arema.

Begitulah, pasang surut prestasi Arema saya ikuti dengan seksama. Bahkan ketika kelompok suporter Aremania mulai terkoordinir dalam korwil-korwil, saya yang tinggal di Jakarta bergabung dengan korwil Aremania Cyber. Memang, saya tidak pernah langsung bersentuhan dengan aksi-aksi atraktif Aremania di stadion Gajayana (awalnya) ataupun di Kanjuruhan. Tetapi sebagai bagian dari Aremania, saya selalu menyempatkan datang ke stadion jika Arema bermain di Jakarta dan sekitarnya.

Sepengamatan saya, tentu saja Arema adalah (salah satu) tim yang paling kuat dalam menghadapi jatuh bangunnya sepakbola 'profesional' di Indonesia. Disaat mayoritas tim eks galatama sudah tinggal nama belaka, Arema masih kokoh berdiri. Bahkan, sudah beberapa kali ganti pengurus, kepemilikan dan pengelola, Arema pun masih bisa eksis, meski saat ini terbelit masalah akte pendirian (legalitas) ganda.

Namun demikian, diakui atau tidak, orientasi 'kepemilikan' Arema pun terus berubah. Dari awalnya FANATIS (sangat suka sepakbola dan kota Malang, sehingga berdirilah klub Arema ; keluarga Acub Zainal), kemudian beralih ke BISNIS (membeli Arema untuk meningkatkan brand image dan penjualan produk ; grup Bentoel), akhirnya terjerumus ke POLITIS (meningkatkan popularitas tokoh dan kelompok, untuk kepentingan politik partai tertentu ; kelompok Bakrie). Itulah hasil -- sementara -- pengamatan pribadi saya.
Yang pasti, apapun yang terjadi di klub Arema, selama itu demi membawa harum sepakbola Malang Raya, Aremania sejagad raya tentu tidak akan meninggalkan klub 'singo edan' ini. Setidaknya -- bentuk dukungan Aremania -- itu dengan jelas ada pada jargon Arek Malang, yaitu 'Arema tidak kemana-mana, tapi Arema ada dimana-mana'.

Selamat ulang tahun ke-28, Arema. Saatnya berprestasi lebih tinggi, dan 'eksi28ersama' dengan para suporter fanatismu. Karena kami --Aremania -- tak akan pernah berhenti mendukungmu, dan (selayaknya di tribun stadion) akan terus bernyanyi:

Disini Aremania.., kami slalu dukung Arema.., dimana kau berada.., kami selalu ada.., kar'na kami Aremania....
Share:

0 komentar:

Page View

Translate

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com